_-_-_Sang Penyelamat_-_-_
*Craaaat !! Tes, tes, tes* tetesan darah mewarnai rumput hijau.
“Ugh !” terdengar suara rintihan kecil.
“Ray…” Wajah mino pucat, ketika melihat Ray yang berada didepannya penuh darah. Mino memeluk Ray
dan berusaha menutup lukanya yang dalam. Ray memejamkan matanya sambil menahan rasa sakit.
“Ray, dengarkan senandungku, lupakan semua rasa sakitmu…” Mino mulai bersenandung, Ray tenggelam di pelukan Mino.
“Sihir pengobatan ya ?” Kata Len.
“Ya.. selagi menunggunya kita hadapi serigala itu dulu..” Kata Mune.
Serigala itu masih terlihat ganas dimata Mune dan Len yang bisa-bisanya menumpahkan rasa kebencian kepada orang tidak bersalah.
“Kak Sora, punya kain perban ?” Kata Mino yang telah menyelesaikan pengobatannya.
“Ya, aku punya beberapa buah..” Kak Sora berlari kedalam tempat perkembangbiakan.
“Ugh ! Ray berat…” Mino mengeluh, yah memang Ray yang lebih tua darinya tidak mungkin punya tubuh yang lebih ringan dari Mino (Kalau tinggi badan benar-benar sama[?]). Mino membaringkan tubuh ray di bawah pohon. Dan mulai membantu Len dan Mune yang bertarung habis-habisan.
_-_-_Heroes Come Back_-_-_
“Kita tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan bertarung, kita yakinkan serigala ini kalau teman kak sora tidak sengaja menembak salah seekor serigala..” Mino bergaya cool.
“Hah ?” Kata Len dan Mune.
“Maafkan kami ya, sebenarnya kami tidak bermaksud membunuh temanmu, aku pernah membaca buku tentang serigala yang hidup rukun dan berbagi ke sesame, dan aku tahu kenapa manusia langsung membunuh serigala jika melihat salah satu dari kalian..”
“?” Mune bingung.
“Karena SERIGALA TIDAK DAPAT MENYEMBUNYIKAN TARING DAN CAKAR, seperti manusia yang menyembunyikan kejahatan di balik wajah yang manis.. Benarkan ?” Serigala itu menunduk. Prediksi
Mino memang hebat (Padahal beberapa kalimat hanya mengarang). Mino mendekat ke serigala tersebut, mengelus serigala itu dengan santainya, berbeda dengan saat pertama bertemu tadi.
“Mino, hebat…” ♥o♥ Kata Mune.
“hehe…” Mio tersenyum kecil.
_-_-_Sakit Yang Membuatku Menyukainya_-_-_
“Ray Bangun !! Kita udah mau pulang !!” Kata Len.
“Ugh ! A !! Dimana ?! Mino bagaimana ?!” kata Ray histeris kaya di rasuki hantu.
“Harusnya aku yang bertanya begitu..” Mino tiba-tiba berada di depan pintu (Ha, hantu !!)
“Uh…” Ray memalingkan wajahnya.
“Bagaimana keadaan mu sudah agak baikan ?” Kata Mino sambil mengelus kepala Ray seperti yang di lakukannya terhadap serigala tadi malam.
“…” Ray terdiam. Sepertinya malu karena yang menyelesaikan tugas kelompoknya adalah Mino.
“Kau kenapa ?”
“Aku mau cari Mune dulu ya…” Len pergi karena merasa akan ada perkelahian.
“ya, silahkan..” kata Mino tersenyum.
“Mino, Terimakasih untuk tadi malam…” Ray memalingkan wajahnya.
“Aku yang harus berterimakasih, kalau kamu engga ada aku udah habis sekarang…” Kata Mino tersenyum.
“Coba kesini,”
“Ada apa ?” Mino bingung.
Mino mendekat dan…
“Ray !!! Mino !!! Kalian lama sekali !!! cepat !!! kita sudah di jemput !!!” Mune pergi mencari mereka, saat menemukan mereka…
‘Sedang apa mereka ?’ O.o ? Mune langsung pucat.
“Ray, aku capek…” Mino mulai protes dan menghentikan elusannya.
“Mino… Lagi…” Ray memeluk Mino seperti kucing yang ingin di manjakan.
“eh, Ray… ”
“Kalian sedang apa ?” Kata Mune O.O ?
“Mu..Mune… bantu aku… Ray tertular penyakit kucing-kucingan !”
“Mino ada-ada aja deh~ Cepat Elus aku lagi!~” Ray menatap Mino dengan tatapan *Berkilau*
“Ray !” Mune berteriak.
“Apa~”
“Sejak kapan kau suka Mino ?”
“Entahlah~ Aku sedang……..”
*Plak !!* Mune menampar Ray.
“Eh… ditampar ?” Mino terkejut.
“Aww, sakit Mune !!”
“Pangeran sudah sadar ? Tidak boleh berkata macam-macam kepada seorang putri loh,” Kata Mune
*Senyum Palsu*
“Penyakitnya hilang…” Kata Mino heran.
“Penyakit apa ?” sifat Ray mulai kembali Cool.
Bersambungkah ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar